Game untuk Anak-Anak

bermain video gameTeknologi yang sedemikian maju kini telah sedemikian cepat menjangkau area anak-anak, terutama di bidang permainan elektronik yang disebut video game. Bermain video game telah menjadi suatu kebiasaan sehari-hari yang dilakukan oleh anak-anak jaman sekarang. Bahkan bermain video game telah dijadikan prasyarat oleh beberapa anak kepada orang tuanya agar ia tetap berminat sekolah. Terkadang anak yang tidak diperkenankan bermain video game secara akan tampak ogah-ogahan dalam kegiatan belajarnya di sekolah. Alhasil orang tuanya seperti kehilangan akal dan membiarkan mereka bermain video game, namun dengan catatan harus berprestasi bukan asal bisa lulus atau naik kelas.

Memang dunia video game saat ini sangat menggoda anak-anak kita untuk selalu duduk di depan mesin permainan elektronik ini. Aneka macam permainan baru yang dibuat oleh pabrik pembuat game telah membuat sang anak selalu ingin mencoba memainkannya sesegera mungkin, sehingga membuat pelajarannya di sekolah menjadi terbengkalai. Ada beberapa penelitian memang mengatakan bahwa beberapa jenis permainan video game memang membantu mengembangkan kecerdasan anak, namun itu masih kontroversi antara pro dan kontra. Bagi yang kontra, bahkan memberikan pernyataan bahwa anak mungkin akan menderita obesitas atau kegemukan karena duduk terlalu lama di depan video game, apalagi ia sambil ngemil makanan kecil. Bahaya lainnya yang mengintai anak adalah ia akan mengalami yang namanya penyakit kurang bergaul. Sudah pasti waktu yang dihabiskannya seorang diri di depan video game membuatnya kekurangan kontak dengan orang-orang sekitarnya. Mungkin ia akan tumbuh menjadi pribadi yang kaku jika berhubungan dengan orang lain di saat ia dewasa nanti.

Adapun bahaya lainnya dari kecanduan bermain video game bagi sang anak adalah perkembangan motorik sang anak akan terganggu. Anda bisa membayangkan bagaimana ia hanya duduk di depan kotak televisi selama berjam-jam, bahkan sampai harus lupa makan dan minum dan melakukan keperluannya yang lain. Kemungkinan besar saat ia beranjak remaja hingga dewasa, kemampuan motoriknya terutama dari kemampuan gerak kaki akan terganggu. Bisa pula pergerakan tangannya juga menjadi minim, walaupun bermain video game akan membuat beberapa bagian tanganya bergerak. Namun bisa dipastikan ia akan mengalami gangguan persendian di bagian lain. Ia menjadi tidak trampil dalam gerak motoriknya, bahkan cenderung ia akan bersikap malas dalam aktifitasnya sehari-hari. Oleh karena itu, mengingat beberapa efek negatif yang mungkin dialami anak Anda, maka sebaiknya Anda membatasi waktu bermain video game bagi anak Anda sesegera mungkin. Atau janganlah takut untuk mengatakan berhenti bermain disaat yang Anda pikir tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>